Rabu, 29 Desember 2010

OECD: Pangan & Pertanian Masalah Ekonomi Global


Jum'at, 26 Februari 2010 - 00:27 wib
Dadan Muhammad Ramdan - Okezone
Pertanian salah satu isu ekonomi global (foto: Koran SI)
JAKARTA - Sebanyak 39 negara berkumpul di Paris Perancis atas undangan OECD, organisasi dunia untuk ekonomi dan kerja sama pembangunan.

Menurut Wakil Menteri Pertanian Bayu Khrisnamurthi, secara khusus perwakilan dari negara-negara tersebut membicarakan kebijakan pangan dan pertanian untuk masa depan yang berkelanjutan (sustainable future), menjawab tantangan dan peluang global di bidang pangan dan pertanian.

Kegiatan ini merupakan pertemuan tingkat menteri- menteri pertanian OECD pertama dalam 12 tahun. Indonesia sendiri ditempatkan bersama China, India, Brazil, dan Afrika Selatan sebagai negara nonanggota OECD yang dianggap sangat penting dalam keseimbangan ekonomi dan pembangunan dunia.

Bayu menjelaskan ada tiga isu yg dibahas, yakni ketahanan pangan, degradasi lingkungan, dan kemiskinan. Ketiga hal tersebu saling terkait dan juga dipandang telah menjadi masalah bersama dalam skala global.

"Memperhitungkan pertumbuhan penduduk dan daya beli global, dunia harus mampu memproduksi 50 persen lebih banyak pangan di tahun 2030 dibandingkan pasokan tersedia saat ini dan harus memproduksi dua kali lipat lebih banyak pangan di tahun 2050," paparnya, Kamis (25/2/2010).

Di sisi lain, kata dia, sumber daya untuk memproduksi semakin terbatas. Negara-negara produsen besar menginginkan pasar yang lebih terbuka untuk menjawab tantangan itu. Sementara itu, negara-negara konsumen menganggap perlunya pengembangan produksi di dalam negeri.

Dalam hal ini diakui volatilitas pasar pangan dunia akan semakin tidak menentu dan akan berpengaruh terhadap produsen maupun konsumen pangan. "Air dipandang menjadi faktor penentu dalam produksi pangan global," ujar Bayu.

Menurut dia, air telah menjadi pembatas serius di banyak bagian dunia. Perubahan iklim juga telah menambah serius masalah air tersebut. Situasi perubahan lingkungan juga terkait denga kontribusi pertanian terhadap emisi gas rumah kaca dari pertanian, yang mencapai 14 persen dari total emisi GRK global, nomor 4 setelah energi (26 persen), industri (19 persen) dan kehutanan (17 persen).

Oleh sebab itu, produksi pangan harus dilakukan dengan pendekatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim menggunakan kerangka 'green growth economy'.

"Usulan Indonesia yang diwakili Wakil Menteri Pertanian tentang kebutuhan investasi besar di bidang infrastruktur pertanian, pengembangan teknologi, dan pembukaan lahan baru mendapat perhatian serius peserta pertemuan, termasuk masih terbukanya investasi pangan di Indonesia," ungkapnya.

Pandangan Indonesia tentang pentingnya mencermati keterkaitan pasar uang, pasar modal, dan pasar komoditi juga mendapat dukungan dari beberapa negara, terutama kaitannya dengan spekulasi dan dampaknya pada fluktuasi harga komoditi. Para peserta meminta OECD untuk melakukan pendalaman atas masalah ini.

Akhirnya, pertemuan Menteri-Menteri Pertanian OECD menegaskan pesan politik yang jelas bahwa pangan dan pertanian memiliki peran signifikan dalam ekonomi dan pembangunan negara-negara peserta. "Diperlukan kesungguhan untuk penanganan ketahanan pangan dan pembangunan pertanian termasuk mereka yang bertanggung jawab di bidang pembangunan ekonomi," tandas Bayu.(mbs)

Pengangguran Dinilai Masalah Ekonomi Terbesar Indonesia


Pencari kerja memadati acara Career Fair 2010 di Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/2). Tahun lalu jumlah pengangguran di Jawa Barat sekitar 2,26 juta orang atau sekitar 7,54% dari total penduduk usia produktif. TEMPO/Prima Mulia
TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Boston Institute for Developing Economies Gustav F. Papanek menilai masalah terbesar dalam perekonomian Indonesia adalah pengangguran. “Saya khawatir dengan masalah terselubung di Indonesia, yaitu pertumbuhan tanpa pekerjaan,” katanya ketika diwawancarai Tempo di Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis (1/4).

Setiap tahun, 2 juta orang di Indonesia mencari pekerjaan. Berarti, setelah krisis moneter 1998, ada 22 juta pengangguran. Papanek menghitung, hanya 5,5 juta yang telah mendapat pekerjaan tetap.
Sementara 3,5 juta mencari pekerjaan di luar negeri, sebagian besar sebagai pembantu rumah tangga, dan 4 juta tetap menganggur. Sisanya, menunjukkan sudah mendapat pekerjaan dalam statistik, namun sebenarnya tidak memiliki pekerjaan tetap. Ini disebut Papanek dengan istilah work in income sharing atau pekerjaan berbagi penghasilan.

Papanek yang pernah menjabat Direktur Harvard Advisory Group untuk Komisi Perencanaan dan Departemen Keuangan Indonesia pada 1971 hingga 1973 ini mencontohkan pekerjaan tukang semir sepatu.
“Jumlah sepatu tidak bertambah, tapi tukang semir sepatunya bertambah. Yang tadinya penghasilan dibagi tiga, sekarang harus dibagi empat,” pungkasnya.
Pekerjaan semacam ini ada, menurutnya, bukan karena dibutuhkan, tapi karena orang butuh pekerjaan. Produktivitas dari pekerjaan ini dinilai Papanek sangat rendah, bahkan tidak ada sama sekali. “Mereka hanya mengkonsumsi, tidak memproduksi,” tuturnya.

Lahan pekerjaan yang juga banyak digeluti pekerja Indonesia adalah di sektor pertanian. Pekerjaan ini juga dinilainya sebagai work in income sharing, karena lahan pertanian tidak bertambah, hanya tenaga kerjanya yang jumlahnya bertambah.
Padahal, negara yang benar-benar berkembang ditandai dengan menurunnya jumlah tenaga kerja di sektor pertanian. “Seperti China, India, dan Vietnam,” ujar Papanek.

Solusi untuk masalah pengangguran ini adalah menaikkan angka pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Target pemerintah sebesar 7 persen dinilai Papanek masih belum cukup. “Dulu Indonesia mampu tumbuh 8 persen, kenapa sekarang tidak,” katanya.

Pertumbuhan itu dapat dicapai dengan tiga langkah. Pertama, menambah dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat yang menjadi solusi cepat dalam penambahan pendapatan bagi rakyat miskin dan pembangunan infrastruktur rural.
Kedua, memperbesar ekspor mineral, minyak, gas, dan tanaman perkebunan yang hasilnya bisa digunakan untuk mendanai kesehatan, pendidikan, dan perumahan bagi rakyat miskin.
Ketiga, meningkatkan pangsa pasar dunia, terutama dari ekonomi yang menghasilkan lapangan pekerjaan seperti industri manufaktur. Papanek mencontohkan, dulu industri tekstil dan garmen Indonesia menguasai 2,5 persen pangsa pasar dunia, sekarang hanya 1,7 persen. Padahal, selisih tersebut berarti berkurangnya 5 miliar ekspor dan 1,5 juta lapangan pekerjaan.

Solusi ini merupakan solusi jangka pendek dalam menggerakkan ekonomi Indonesia. Untuk meningkatkan pembangunan ekonomi Indonesia jangka panjang, Papanek memberikan resep perbaikan sistem pendidikan.
“Butuh waktu lama, namun bisa dipercepat dengan membangun perguruan tinggi kelas dunia yang juga memberikan pendidikan untuk rakyat miskin, seperti di India,” katanya.

PUTI NOVIYANDA

Rabu, 22 Desember 2010

Ekonomi Syariah Akan Berjaya


Rabu, 22 Desember 2010, 16:40 WIB
Smaller  Reset  Larger
Ekonomi Syariah Akan Berjaya
Syariah
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA-— Direktur Laboratorium Pengembangan Ekonomi Syariah (LPES) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Imron Mawardi, mengatakan, ekonomi Islam akhir-akhir ini menunjukkan akselerasi pertumbuhan luar biasa, khususnya di bidang keungan syariah.

Pasalnya, berbagai macam krisis finansial global menyadarkan institusi keuangan untuk menerapkan sistem keuangan lebih baik, adil, transparan, dan aman. “Kebanyakan pengguna jasa maupun nasabah institusi keuangan mendapatkan jawaban alternatif pilihan itu di bank syariah. Karena menawarkan sistem yang adil dan transparan, serta tak  menguntungkan orang tertentu,” ujar Imron dalam seminar nasional bertajuk ‘Peta Jalan Ekonomi Islam yang diselenggarakan Departemen Ekonomi Syariah Unair Surabaya dengan Masyarakat Ekonomi Syariah, di Kampus B Unair Surabaya, Rabu (22/12).

Imron melanjutkan, tren terbaru masyarakat berbondong-bondong untuk mempelajari sistem ekonomi syariah. Sedangkan, pemerintahan di suatu negara mulai menerapkan sistem ekonomi syariah dalam pengelolaan keuangan agar membawa dampak baik bagi masyarakatnya.

Menurutnya, jika pasar keuangan syariah tahun 1970-an hanya berkembang di Timur Tengah, lalu 1980-an ke Asia, kini sudah merambah pasar Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan Asia Pasifik. Begitu juga dari sisi institusi, kata Imron, diawali hanya bank syariah, saat ini merambah takaful, Islamic investment companies, asset management companies, dealer Islamic investment bank, sampai e-commerce.

“Keuangan Islam akan terus tumbuh. Ekonomi syariah akan berjaya di masa depan,” tegas dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Unair Surabaya tersebut.

Senin, 08 November 2010

Wajah Cantik

SAYANGILAH WAJAH ! TIPS MENJADIKAN WAJAH CANTIK ALAMI

Pertama kali berjumpa dengan seseorang, otomatis yang dilihat adalah wajahnya.Maka dari itu, memelihara kesehatan dan kecantikan kulit wajah penting sekali. Dengan wajah yang segar dan sehat, kepercayaan diri jadi kuat.
Untuk mendapatkan kulit yang sehat, tidak selalu harus pergi ke salon kecantikan dan mengeluarkan biaya yang tinggi. Hidup disiplin, makanan yang terjaga, membersihkan kulit secara teratur, akan membantu untuk mendapatkan kecantikan alami.
Makanan Sehat
Hindari atau kurangi makanan yang bisa menyebabkan wajah berjerawat dan kulit muka berminyak. Contohnya coklat, kentang goreng, pizza, dan minuman soda. Banyak makan sayuran dan buah-buahan akan mendukung untuk memiliki kulit yang sehat. Buah-buahan yang mengandung banyak vitamin,menyehatkan kulit.
Olah Raga dan Minum Air Putih 
Mengkonsumsiair putih minimal delapan gelas sehari dan berolah-raga teratur dapat mempengaruhi kesehatan kompleksi kulit wajah. Kerlancaran darah yang lebih tinggi bisa memberikan kecerahan terhadap wajah. Olah-raga dan minum air putih yang banyak membuat badan lebih fit dan enerjik serta mengurangi stress.
Lindungi dari Matahari
Penting sekali untuk melindungi wajah dari sinar matahari. Oles wajah dengan krim sunscreen atau sunblock. Kelebihan sinar matahari terhadap kulit muka, bisa menyebabkan keriput dini, kanker kulit, kerusakan kulit,kulit terbakar memerah, dan bahkan mengakibatkan bibir kering. Untuk mencegah kerusakan-kerusakan tersebut, pakai krim sunscreen dengan kekuatan SPF 15 atau lebih.
Cuci Muka Sebelum Tidur
Biasakan bersihkan wajah sebelum tidur. Jangan sampai tidur dengan wajah kotor dengan make-up. Pilih sabun muka yang cocok. Setelah membersihkan muka dengan sabun, oles krim moisturizer. Sekali minggu, gunakan masker muka yang cocok bagi tipe kulit dan biarkan selama kurang lebih 15 menit.Masker muka mampu menyerap kotoran-kotoran lama yang menempel di kulit muka dan mengecilkan pori-pori. Selalu gunakan air hangat untuk membilas muka, air panas bisa mengeringkan kulit.
Tidur yang Cukup 
Jika tidur cukup, 8 jam setiap malam, bangun pagi badan terasa segar. Tidur yang cukup bisa menambahkan energi dan otomatis wajah akan cerah bebas dari lingkaran hitam dibawah mata.
Berhenti Merokok
Merokok bisa menyebabkan kulit wajah berkeriput dini dan menghitamkan kulit bibir, dan bahkan membuat gigi kuning. Racun yang terkandung di dalam asap rokok bisa merusak kesehatan paru-paru dan orang di sekitar kita.
http://www.kabarinews.com 

Temukan Info lainnya di Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan GratisIndonesia dan juga   Kursus Kecantikan - Perawatan Pria - Forum Kecantikan - Info Kecantikan - Dokter & Konsultan Kecantikan - Produk Kecantikan - Kesehatan Mata - Operasi Wajah & Kecantikan - Facial & Perawatan Kulit - Menghilangkan Bulu - Perawatan & Model Rambut - Makeup & Tata Rias - Manicure & Pedicure - Promo Salon - Pelangsingan - Salon Tanning - Tindik & Tatto

Kamis, 04 November 2010

wajahmu indahkan duniaku

ketika ada hal yang membuat ku tersenyum itu adalah kebahagiaanku. dan disaat aku sedih yang amat ku harapkan adalah insan yang membuat hatiku tersenyum.